BIG DATA

Posted on

Pemilu Era Big Data
By Dahlan Iskan
Big data. Algoritma. Dua kata itu kini jadi mantra baru.
Barang siapa bisa mendapatkan big data dan mampu mengolahnya melalui algoritma dialah jagonya. Jago apa saja: bisnis, politik, intelijen, pengelolaan kesehatan, sampai ke menjual bra dan celana dalam.
Algoritma bisa menguraikan onggokan data seruwet dan secampur-aduk apa pun menjadi informasi nyata. Big data adalah onggokan data ruwet yang jumlahnya mencapai exabytes. Satu exabytes adalah 1.000 petabytes. Satu petabytes adalah 1.000 terabytes.
Bayangkan gunungan data bertriliun megabyte itu bisa diurai oleh algoritma: bisa dipilah-pilah mana emas, perak, tembaga, mangaan, bijih besi, pasir, tahi ayam dan sperma masing-masing suku, ras, agama sampai pengikut Setya Novanto.
Pertanyaannya: apakah di Pemilu 2019 nanti dua mantra itu sudah akan memainkan peran utama?
Donald Trump sudah menggunakannya. Lewat Facebook. Menang. Padahal semua pooling menyatakan Hillary Clintonlah yang unggul.
Belakangan, ketika penggunaan big data ini terungkap, harga saham Facebook jatuh pingsan. Tapi Hillary toh sudah terlanjur kalah.
Situs berita dailymail.co.uk menayangkan proses perhitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat yang ditampilkan dalam layar raksasa.
Dalam waktu dekat Malaysia juga segera berpemilu. Partai petahana (Barisan Nasional, UMNO) dan Pakatan Harapan bersaing frontal. Kampanye meningkat kian panas.
Padahal kapan Pemilunya belum ditetapkan. Suka-suka yang lagi berkuasa. Hanya disebutkan: tahun ini. Bulan apa belum jelas. Hanya disebutkan: kemungkinan April ini. Tanggal berapa belum disebutkan. Bisa-bisa ditetapkan secara mendadak. Yang lagi berkuasalah yang menetapkan. Tanggalnya akan dicari yang bisa membuat petahana menang.
Big data, di Malaysia sudah menjadi bagian perang. Tiba-tiba saja, minggu lalu parlemen mengagendakan perubahan batas-batas daerah pemilihan (dapil). Oposisi, yang dipimpin Mahathir Muhamad, menuduh itu bagian dari siasat penguasa agar calegnya tidak kalah.
Hasil algoritma big data di sana rupanya mengindikasikan kekalahan di dapil tertentu. Karena itu batas distrik perlu digeser.
Di India yang demokrasinya mirip kita soal big data dan algoritma juga lagi jadi topik politik. Penguasaan IT di India tergolong maju. Big data akan menjadi obyek penting dalam pelaksanaan demokrasi di sana.
Saya menyerah di sini.
Saya murid di era yang belum ada pelajaran matematika. Nilai rapot aljabar saya di madrasah dulu merah.
Tapi anak muda sekarang mulai asyik beralgoritma. Sadar nilai rupiah di baliknya.
Di Indonesia, saya mulai mendengar ada partai yang sangat sadar big data. Tanpa biaya besar, tanpa tokoh terkenal, tanpa gembar-gembor partai itu bisa lolos KPU. Mengalahkan partai seperti PKPI yang dimotori jendral sundul langit Hendropriyono. Juga nyaris mempermalukan Partai Bulan Bintang dengan mataharinya Yusril Ihza Mahendra: kok tidak lolos.
Untung akhirnya lolos. Meski kartu suara simulasi partai lain terlanjur tidak sempat mencantumkan PBB sebagai peserta pemilu.
Ilmuwan politik, pejuang demokrasi, dan para mahasiswa sudah harus membicarakan ini. Bagaimana big data akan mempengaruhi demokrasi kita. Bagaimana big data akan mereduksi peran ulama, peran istikharah, peran tim sukses dan bahkan sampai peran politik uang.
Akankah era big data akan menjadi akhir era demokrasi?
Zaman smartphone telah membawa konsekuensi bagi kehidupan demokrasi. Big data sudah terlanjur ada di tangan pihak ketiga.
Data-data pribadi Anda sudah dikuasai pihak yang ingin memanfaatkannya. Baik untuk kepentingan bisnis, politik maupun jualan kondom.
Big data yang diolah dengan algoritma akan langsung bisa mengerucut pada dapil. Bahkan pada lingkup TPS.
Selamat datang Pemilu big data!(dis)
Advertisements

What Is The Difference Between An Online And Offline / Standby UPS?

Posted on

There are two main types of Uninterruptible Power Supplies – Online and Offline / Standby. The terms Online and Offline / Standby refer to the general state of the UPS’s internal inverter under normal mains conditions.

Offline UPS’s are the simplest and least expensive. When mains is present, it is routed straight through the UPS bypassing the inverter to the output. A degree of filtering is providing ensuring limited protection against spikes and other irregularities. The batteries are charged the whole time, but only in the event of a power failure will the load be fed by the inverter. The switching from mains to inverter supply ( generally referred to as Transfer Time ) usually takes a few milliseconds. However, a modern computer’s or office system’s internal power supply has sufficient power stored within it to survive this brief interruption of power – ensuring uninterrupted operation of the load equipment.

Advantages of offline UPS

  1. The efficiency of an offline UPS is high since the charger is not continuously on.
  2. Offline UPS are not very expensive to install or buy.
  3. The power handling capacity of the charger is reduced drastically.

Lower Cost Offline UPS generally, when on inverter / battery backup, provide a square / pseudo sine wave output waveform. Given the nature in which switch mode power supplies used in modern computer / office systems draw power this type of output power waveform is usually more than adequate. In situations where a square / pseudo sine output waveform is not acceptable then true sine wave more expensive Offline or Online UPS are recommended.

Online UPS’s take the incoming AC mains supply and convert it to DC which feeds the battery and the load via the inverter. If the mains supply fails, then the batteries feed the load via the inverter with no interruption to the output supply at all. An Online system, by nature of the dual conversion design (AC-DC / DC- AC), ensures a far higher degree of isolation of the load from the irregularities on the mains supply. In general, Plug N Play Online systems are more expensive than similar Offline solutions because the inverter has to be rated for continuous operation.

Advantages of an online UPS

  1. The main supply and load are isolated.
  2. The quality of the load voltage is free from distortion since the inverter is always on.
  3. The voltage is better regulated.
  4. There is no disturbance in the current when the mains fail, as the transfer time is practically zero, since the inverter is always on.

SANG PENAKLUK KONSTANTINOPEL, MUHAMMAD AL FATIH

Posted on Updated on

Sultan Mehmed II atau juga dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih (bahasa Turki Ottomanمحمد ثانى Meḥmed-i sānībahasa TurkiII. Mehmet, juga dikenal sebagai el-Fatih (الفاتح), “sang Penakluk”, dalam bahasa Turki Usmani, atau, Fatih Sultan Mehmet dalam bahasa Turki; 30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Beliau menggantikan sang Ayah, Sultan Murad II.

Muhammad Al Fatih, seorang Hafidz Qur’an, seorang yang sangat ahli dalam bidang strategi dan taktik di ketentaraan. Cerdas di bidang sains, matematika dan menguasai 6 bahasa pada saat Muhammad Al Fatih masih berumur 21 tahun. Dari sudut pandang sejarah Islam, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding tapi tetap tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Tentara Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Tentara Islam dalam peperangan di ‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).

Rasulullah SAW pernah memprediksi tentang kemenangan tentara Islam dalam merebut Konstantinopel dari kekaisaran Byzantium Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 Abad. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

DIDIKAN SANG AYAH

Sultan Murad II memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik putra nya, Muhammad Al Fatih.  Sultan Murad II menekankan agar Muhammad Al Fatih kecil agar menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadist, mempelajari ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad Al Fatih juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Di usia 21 tahun Muhammad Al Fatih sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani.

Sultan Murad II, memberikan kepercayaan kepada Sultan Muhammad Al Fatih memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama di usia yang sangat belia. Alasan Sultan Murad II adalah agar anaknya cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari. Bimbingan para ulama diharapkan menjadi kompas yang mengarahkan pemikiran anaknya agar sejalan dengan pemahaman Islam yang benar.

MENJADI SULTAN

Sultan Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Langkah pertama pada saat menjabat sebagai penguasa yang dilakukan sang Sultan adalah menaklukkan Konstantinopel.

Untuk merealisasikan cita-citanya beliau mengambil kebijakan militer dan politik luar negeri yang strategis. Termasuk juga memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan ulang perjanjian ini bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun militer.

MENAKLUKKAN BIZANTIUM

Strategi yang dilakukan oleh Sultan Muhammad II adalah :

  1. Menyiapkan lebih dari 4 juta orang prajurit untuk mengepung Konstantinopel dari darat. Pada saat mengepung benteng Bizantium banyak pasukan Utsmani yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut. Pengepungan berlangsung selama kurang lebih 50 hari. Pertanyaan nya kemudian, Mengapa dengan jumlah pasukan yang sebegitu banyaknya, Pasukan Sultan Muhammad II kalah?Pertahanan yang tangguh. Sebelum musuh mencapai benteng mereka, Bizantium telah memagari laut mereka dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas. Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai tersebut.
  2. Dengan kekalahan tersebut, Sultan Muhammad II mengambil ide dasar dari Pangeran Kiev yang menyerang Bizantium pada abad ke 10. Ide Pangeran Kiev menarik kapalnya keluar Selat Bosporus, mengelilingi Galata, dan meluncurkannya kembali di Tanduk Emas, akan tetapi pasukan mereka tetap dikalahkan oleh orang-orang Bizantium Romawi. Sultan Muhammad II melakukannya dengan cara yang lebih cerdik, Beliau menarik ke-70 kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam. Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan kapal-kapal mereka lewat jalur darat. 70 kapal laut diseberangkan lewat jalur darat yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar, beliau juga memerintahkan untuk menebangi pohon-pohonnya dan menyeberangkan kapal-kapal dalam waktu satu malam. Bizantium tidak menyangka dengan ide gila dari Sultan Muhammad II, karena hal tersebut adalah hal yang tidak akan mungkin terjadi dan tidak akan dilakukan oleh orang yang biasa-biasa saja.
  3. Menghancurkan benteng yang hampir tak tersentuh selama berabad-abad lamanya sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh orang-orang yang berperang dengan iman dan tauhid di dada mereka. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur. Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil memasuki Kota Konstantinopel. Sejak saat itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad al-Fatih, penakluk Konstantinopel.
  4. Pada saat memasuki gerbang Konstantinopel, Sultan Muhammad II melakukan sujud syukur sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Setelah itu, Beliau menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan untuk menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani dan kota ini diganti namanya menjadi Islambul yang berarti negeri Islam, lalu akhirnya mengalami perubahan menjadi Istanbul. Selain itu, Sultan Muhammad al-Fatih juga memerintahkan untuk membangun masjid di makam sahabat yang mulia Abu Ayyub al-Anshari radhiallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wafat saat menyerang Konstantinopel di zaman Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu.

    Wafatnya Sang Penakluk

    Pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat. Di tengah perjalanan sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan. Dokter pun didatangkan untuk mengobatinya, namun dokter dan obat tidak lagi bermanfaat bagi sang Sultan, ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya, Allahu a’lam. Sebelum wafat, Muhammad al-Fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan.

Sebuah Framing di Bulan Mei

Posted on Updated on

Anda penyuka drama korea ? Sudahkah menonton serial Pinocchio dan serial The Flower in Prison? Tidak ada kesamaan sama sekali pada kedua serial tersebut. Karena berbeda tema pokok serta berbeda setting masa terjadinya drama tersebut.
Pinocchio, terjadi di masa kini dengan menggambil topik FRAMING MEDIA. Begitu kuatnya pengaruh media di era kekinian, sehingga acapkali digunakan oleh pihak yang berkuasa untuk mengalihkan pemberitaan dan bahkan yang lebih kejam adalah untuk menjatuhkan lawan. Contoh, ketika ada sebuah bangunan yang terbakar habis, para anggota pemadam kebakaran yang sedang bertugas di area tersebut ( di setting cerita tahun 90-an), tidak mengetahui adanya bahan yang mudah meledak di dalam bangunan, sehingga seluruh anggota pemadam kebakaran meninggal dunia. Sayangnya, Jenazah Pemimpin Pemadam Kebakaran tersebut tidak ditemukan. Media televisi saat itu, mengupas, menguliti bahkan memfitnah Pimpinan Pemadam Kebakaran sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, bahkan di fitnah telah mengorbankan seluruh anak buahnya. Alhasil, pemirsa mencaci maki keluarga pemimpin tersebut sebagai orang yang tidak tahu malu. Sang istri yang tidak kuat menahan malu, membawa serta anak keduanya untuk bunuh diri dengan cara terjun ke laut. Untungnya, si anak kedua selamat karena dipertemukan dengan nelayan setempat. Sedangkan sang ibu meninggal dunia. Berita di media televisi ini berlangsung paling tidak hingga dua pekan, yang berakhir pada saat meninggalnya sang ibu (dan anak kedua) dari pimpinan tersebut. Di tahun 2000 an, Sang Anak Pertama yang terpisah dengan adiknya, bertemu dalam suasana yang sangat berbeda dan mereka menghadapi sebuah FRAMING MEDIA untuk yang kedua kalinya.
Framing media yang sangat tendensius telah memporakporandakan sebuah kelurga yang tidak bersalah.
Framing media yang bombastis, digunakan pihak yang berkuasa untuk menutupi kejadian atau peristiwa penting yang sebenarnya. Meskipun itu harus mengorbankan pihak lain, pihak yang berkuasa ini tidak peduli. Kepentingannya adalah, TERTUTUPI AIB DAN KESALAHAN nya. Dan yang menutup aib tersebut adalah Pengusaha Media. Pengusaha yang erat hubungannya dengan pihak Penguasa.

Sedangkan The Flower in Prison terjadi di jaman Joseon dengan mengambil topik utama Hukum Hak Asasi Manusia yang diperjuangkan oleh tokoh utama nya. Di beberapa episode nya, bagi saya pribadi, apa yang dilakukan oleh para pengusaha dan asosiasi dagang nya, sangat bisa menentukan arah hukum dan sejarah sebuah negara. Begitu berkuasanya para pengusaha itu, sehingga “Negara pun takluk di kaki para Pengusaha beserta asosiasi dagangnya”. Perlawanan melawan tirani pun dilakukan para pengusaha. Pada saat itu, Pengusaha adalah salah satu “stakeholder” sebuah negara. Sebagai salah satu stakeholder, maka dukungan sekaligus pemberontakan, dilakukan dan dibiayai oleh pada Pengusaha ini.

Dari kedua cerita diatas, poin pentingnya dimana?
Poin Pentingnya ada di PENGUSAHA DAN PENGUASA.

Penguasa menggunakan media untuk mencitrakan dirinya sekaligus untuk memfitnah pihak yang dianggap berseberangan dan membuatnya gusar. Relasi yang sangat kuat antara pengusaha dengan penguasa, pada suatu titik, pasti akan menimbulkan masalah yang krusial. Terutama jika pengusaha nya sudah masuk terlalu jauh ikut campur di ranah politik, ranah nya sang penguasa.
Lalu apakah pengusaha tidak boleh mengjadi penguasa ? Apakah Penguasa tidak boleh menjadi pengusaha?
TIDAK BOLEH.
Pengusaha yang ingin menjadi penguasa, sejatinya, melepas segala nama yang melekat di dirinya di segala entitas bisnis. Termasuk jika, penguasa ingin menjadi pengusaha, HARUSNYA melepas segala “beban” yang melekat di dirinya sebagai seorang mahluk yang berpolitik.
MEMILIH SATU SAJA.

Itulah intinya.

Surabaya, 23 Mei 2018

Memiliki Sikap Tegas

Posted on Updated on

Mao Zedong / Mao Tse-Tung
Politik adalah perang tanpa pertumpahan darah sedangkan perang adalah politik dengan pertumpahan darah
(Politics is war without bloodshed while war is politics with bloodshed) >> ini saya kutip dari Wikipedia.
Kutipan diatas akan menjadi pijakan tulisan saya hari ini. Harus ada “perang” terlebih dahulu, baru keluar ide nulis. The Power of Kepepet merupakan kata kunci dalam tulisan hari ini. Hehehe.
PERANG
Dalam konteks kekinian, muncul dan lahirnya pemilu adalah pengganti perang dalam perebutan kekuasaan.
Berikut saya kutipkan tentang KEKUASAAN, PENGUASA DAN MEMPEREBUTKAN NYA. Machiavelli lewat bukunya “sang penguasa” dengan judul asli (Ill Principe) memberi kontribusi yang tidak sedikit terhadap teori seputar cara merebut dan mempertahankan “kekuasaan”.
Machiavelli melihat kekuasaan sebagai tujuan, baginya kekuasaan adalah bukanlah alat untuk mempertahankan nilai-nilai moralitas dan agama. Sebaliknya, Agama dan Nilai-nilai moralitas yang justru dijadikan alat untuk memperoleh, memperbesar dan melanggengkan kekuasaan.
Dalam“The Prince”  Machiavelli menekankan pentingnya melakukan tindakan, baik terpuji maupun tidak terpuji (Kekerasan) asal tujuan bisa tercapai. Machiavelli mengajarkan kepada penguasa untuk menggunakan apapun bagi tercapainya kekuasaan.
Machiavelli mengelompokkan efektifitas penggunaan kekuasaan menjadi tiga yaitu; memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, dan memperluas kekuasaan.
Lalu bagaimana korelasi Kekuasan, Politik dan Agama ? Sebuah kekuasaan politik mesti dihadapi dengan kekuasaan politik. Karenanya, sulit memisahkan agama dari panggung kekuasaan politik. Dalam sejarah Agama Islam, Setelah Hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah, beliau lalu menyusun kontrak sosial politik yang dikenal dengan nama Piagam Madinah.
Tidak berbeda dengan Agama Islam, Negara Vatikan meskipun sebagai institusi moral-keagamaan, perhatian dan pesan moral pada kehidupan politik seluruh dunia, sangat sering dilakukan, terutama saat politik dinilai telah merendahkan derajat kemanusiaan dan menjadi sumber perang. Para biksu Buddha di Thailand pun sekali-sekali terlibat dalam gerakan politik dengan membawa pesan moral keagamaan.
Itulah mengapa kekuasaan, agama dan politik tidak mungkin dipisahkan.
Kembali pada topik tentang perebutan kekuasaan di era kekinian dengan menggunakan Pemilu sebagai alat untuk merebut kekuasaan.
Si Vis Pacem Para Bellum
Mau damai, siapkan perang
Perang dalam perebutan kekuasaan di negara-negara modern:
1. Asymmetric war. Perang asimetris dapat digambarkan sebagai konflik sumber daya dari dua atau lebih pihak yang berperang berbeda dalam esensi perjuangan berinteraksi dan berusaha untuk eksploitasi kelemahan masing-masing pihak.
Perjuangan seperti itu sering melibatkan strategi dan taktik perang konvensional, kombatan pihak yang lemah akan mencoba menggunakan strategi untuk mengimbangi kekurangan dalam kuantitas atau kualitas.Strategi tersebut belum tentu menggunakan kekuatan militer.
Ini berbeda dengan perang simetris di mana dua kubu memiliki kekuatan militer dan sumber daya yang sama dan mengandalkan taktik yang mirip secara keseluruhan, hanya berbeda dalam rincian dan eksekusi.
2. Perang candu yang nampak usang pun, masuk dalam kategori ini.
3. Perang dagang
Maka, terbentuk, tercipta dan munculnya perang, perebutan kekuasaan dalam konteks kekinian adalah sebuah kesengajaan, baik dilakukan oleh internal personal negeri ini maupun karena campur tangan pihak ketiga, keempat dan seterusnya.
Dengan kondisi ini, mau tidak mau, kita harus memiliki sikap. Ketegasan diri sebagai mahluk berakal adalah untuk memilih, akan berada dimana kah ia.
Jadi, ketika saya menuliskan sebuah prosa tentang keberpihakan, tentang sikap diri, artinya saya menunjukkan disisi mana saya harus berada.
Dalam sebuah perang, jika engkau tidak bersamaku, maka engkau musuhku. Sesederhana itu. Tidak ada zona abu-abu, entah bernama netral atau pun kau namai tak berpihak.
Menentukan sikap sedari awal seperti menikmati kepahitan secangkir kopi dan kegetiran biji kopi, tidak nyaman di awal, tapi menenangkan setelahnya. 
Dan ingatlah, sekali layar berkembang Pantang surut kembali.
Nikmati kopi mu, tanpa tapi !!!!!
Dalam sebuah kisah,
Di saat Nabi Ibrahim dibakar Raja Namrud, seekor semut membawa setetes air. Seekor burung kemudian bertanya, “Untuk apa kamu bawa air itu..?
“Ini air untuk memadamkan api yang sedang membakar kekasih Tuhan, Ibrahim..”
Hahahaa, tak akan guna air yang kamu bawa.” Kata burung..
Aku tahu, tetapi dengan ini aku menegaskan di pihak manakah aku berada..
Menentukan sikap dan ketegasan kita dalam sebuah arus politik, adalah sebuah sikap dasar yang harus dimiliki para pendukung (baik disisi Penguasa maupun di sisi Oposisi). Sudah punya kah kita ketegasan itu ?

MENYINGKIRKAN DURI DI JALANAN BERBUAH SYURGA

Posted on

Tulisan hari ini, akan dimulai dari sebuah hadist shahih, yaitu:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Setiap persendian manusia ada sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya, yaitu, kamu mendamaikan di antara dua orang adalah sedekah, kamu membantu seseorang untuk menaikkannya di atas kendaraannya atau mengangkatkan barang di atasnya adalah sedekah, kalimat yang baik adalah sedekah, pada tiap-tiap langkah yang kamu tempuh menuju shalat adalah sedekah, dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.(HR.al-Bukhari,no.2989 dan Muslim, no 1009)

Dalam hadist lainnya:

“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (H.r. Muslim, 13:49; Ibnu Majah, 11:78)

Di bagian yang lain,

“Sesunguhnya Allah menciptakan setiap manusia dari Bani Adam dengan 360 persendian. Barangsiapa yang bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih dan beristighfar serta menyingkirkan batu dari tengah jalan, duri atau tulang dari tengah jalan yang dilewati manusia, menyuruh yang ma’ruf atau mencegah yang mungkar sebanyak 360 persendian tersebut, maka ia berjalan pada hari itu dalam keadaan telah mengentaskan dirinya dari neraka.” (Shahih Muslim, no: 1007)

Dan beberapa hadist sahih lainnya, yang serupa dengan yang telah saya sampaikan sebelumnya.

Dengan kondisi demikian, sangat aneh jika kita dapatkan saat ini, di jalan raya, diberikan “penghalang” seperti “polisi tidur atau speed trap” yang dengan maksud: Pengemudi berhati-hati dalam berkendara.

SIKAP / PERILAKU BERKENDARA

Mengubah perilaku berkendara adalah dengan membangun kesadaran berkendara dengan adab yang baik. Sebagai seorang muslim, kita diberi uswah yang hasanah oleh Rasulullah untuk menyingkirkan duri dan batu dari jalanan, BUKAN, memberi batu dan semen di tengah jalan.

Tantangan Marketing Jaman Kekinian

Posted on Updated on

Di jaman digital dengan generasi yang lebih melek tekhnologi, marketing menghadapi tantangan yang tidak mudah untuk dilalui. Analog nya, seperti dalam Bottle Neck, longgar di bagian bawah dan atas, tapi menyempit di bagian tengah. Kebetulan di bagian tengah nya adalah bagian yang paling panjang (BUKAN VOLUME nya YA).

Kira-kira, apa saja tantangan nya? Simak yuk

Tantangan Pertama, TINGKAT KOMPETISI DI PASAR SANGAT KETAT. Semua juga tau, hehehe. Pada jenis barang yang memiliki fungsi dan kegunaan yang sama, ketersediaannya di pasar sangat beragam dari penyedia yang sangat banyak. Solusinya, LEBIH DEKAT DENGAN CALON CUSTOMER DAN YANG SUDAH MENJADI MENJADI CUSTOMER ANDA. 1. Berkomunikasilah dengan menyesuaikan tipe dan gaya customer Anda. 2. Kenali customer Anda lebih dekat (gali lebih banyak informasi tentang customer Anda, pelajari ini dengan TEKNIK BERTANYA YANG TEPAT).

Tantangan Kedua, MENINGKATKAN EKSPEKTASI PELANGGAN. Saat informasi tentang sebuah produk / jasa dapat dengan mudah ditemui di media online, maka meningkatkan ekspektasi pelanggan terhadap barang tersebut, adalah tantangan yang paling nyata untuk dilakukan. Solusinya, BERIKAN PENGALAMAN YANG BERHARGA PADA CUSTOMER PADA SAAT BERBELANJA DI TEMPAT ANDA. Kondisi ini, sangat personalized memang. Tapi pengalaman berharga tersebut, biasanya membekas dan cenderung membuat customer untuk loyal.

Tantangan Ketiga, Banyaknya Pilihan Sosial Media. Lhah kenapa justru jadi tantangan ya? Tantangan ini karena adalah upaya perusahaan dan team marketing untuk mengintegrasikan sosial media yang dimiliki oleh perusahaan. Integrasi ini adalah untuk optimalisasi sumber daya yang terbatas menjadi peluang di area nya masing-masing. Solusi nya, Meningkatkan SEO atau Search Engine Optimization.

Tantangan Keempat, Terbatas nya Team Marketing. Tidak hanya dari jumlah sumber daya manusianya, tetapi juga dari sisi kemampuan untuk menjadikan dirinya sebagai seorang marketer (bukan hanya seorang sales person yang berorientasi pada penjualan) yang solutif pada kebutuhan customer. Membangun team, sebenarnya sulit-sulit mudah. Mudah-mudah sulit. Karena kita berhadapan dengan MANUSIA. Tetapi, jika membangun team marketing saja sulit, bagaimana bisa membangun kepercayaan dari customer yang jumlah nya jauh lebih banyak dari pada team marketing kita? Solusinya, 1. Team yang sudah terbentuk saat ini, pertahankan. Lalu coba untuk terus meningkatkan keterampilan masing-masing marketer. 2. Berdoalah senantiasa kepada Allah, agar team marketing ini solid dan loyal pada perusahaan. Bagaimanapun, tetap ada keterlibatan Allah dalam setiap tarikan nafas kita. Meminta pada NYA, Sang Maha Pembolak-balikkan hati, agar team solid dan loyal, bukanlah untuk merendahkan arti dari team itu sendiri. Dengan melibatkan Allah, artinya kita bergantung kepada Sang Maha Besar untuk senantiasa menolong dan memberikan solusi kepada kita. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam qur’an surat ath-tholaq ayat ke 2-3 :

…وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ…
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (At-Thalaq: 2-3)

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ

Wahai Dzat yang membulak-balikkan hati tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu.

 

Surabaya, 10 Januari 2018