bacaan sholat beserta artinya

Posted on

DOA IFTITAH

ALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.

Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.

INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.

Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.

INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.

Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.

LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.

Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.

 

AL-FATIHAH

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

AL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.

Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.

ARRAHMAANIR RAHIIM.

Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

MAALIKIYAUMIDDIIN.

Penguasa Hari Pembalasan.

IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.

Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.

IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.

Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.

SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.

Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.

 

R U K U’

SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. – 3 x

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.

 

I’TIDAL

SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.

Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).

RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.

Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.

 

 

SUJUD

SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. – 3 x

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.

 

DUDUK DIANTARA DUA SUJUD

RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.

Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.

 

TASYAHUD AWAL

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.

Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.

ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.

ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.

Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD.

Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Nabi Muhammad.

 

TASYAHUD AKHIR

WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD.

Dan Kepada Keluarga Nabi Muhammad.

KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI IBRAAHIIM.

Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.

WA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD.

Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.

KAMAA BAARAKTA ‘ALAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI IBRAAHIIM.

Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.

FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID..

Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia.

 

Advertisements

membunuh impian

Posted on

MEMBUNUH IMPIAN **versi berbeda**

Oleh: Evi Sufiani

Hari ini, saya berhadapan dengan KENYATAAN bahwa pengagungan pada IQ di jaman baheula, masih berdampak yang cukup massif hingga saat ini. Pengagungan IQ memberikan keleluasaan pada dominasi otak kiri dalam pengambilan keputusan dan tindakan yang berdasarkan pada KENYATAAN saat ini. Fakta dan bukti adalah dua hal yang menjadi landasan utamanya mendampingi alat ukur yang bernama kuantitatif yang bekerja atas asumsi-asumsi dasar.

Pada saat kalangan minoritas “berteriak” tentang kecerdasan berganda, FAKTA pula lah yang disodorkan “pengikut” otak kiri yang sangat ter-organize. Tidak nyaman rasanya, jika mukaddimah tulisan ini  saya tulis karena terinspirasi dari tulisan Luthfie Nur Rosyidi dengan judul yang sama berbeda kemasan, hehehe.

Pada waktu tulisan itu “disodorkan” untuk saya komenin, saya benar-2 berada di pihak abu-abu, antara menjadi pendukung FAKTA dan di sisi yang lain, menjadi tidak konsisten, karena saya menyatakan bahwa, bukan faktalah yang harus ditakuti, tapi waktu yang berlalu, saat kesetiaan pada impian dipegang kuat dan kukuh sementara FAKTA demi FAKTA menyodorkan sebuah alamat kegagalan untuk segera ditinggalkan. Sebenarnya bukan kesetiaan lah mengapa seseorang begitu kukuh dengan impian nya, tapi DOMINASI OTAK KANAN akan sebuah keberhasilan meraih impian itu lah yang mendominasi dalam pengambilan keputusan, apakah harus membunuh impian atau bersetia ria dengan impian walau berhadapan dengan fakta-fakta kegagalan di sana sini.

Otak kanan lah yang “memberikan fakta” adanya kesuksesan di sebuah titik—entah dimana itu berada dan dalam waktu kapan faktadi lapangan itu benar-benar terjadi.

Tidak penting, apakah saya—atau anda—mempertanyakan kembali, apakah dalam proses pengambilan keputusan, saya menggunakan otak kanan atau kiri? Karena yang jauh lebih penting adalah DAMPAK dari pengambilan keputusan itu sendiri di kemudian hari. Dan besaran dari dampak ini sangat tergantung seberapa besar daya tahan diri kita terhadap fakta di lapangan. Karena nantinya, akan ada banyak opini, seperti …”tuh kan, saya sudah bilang toh sebelumnya” atau …”coba dulu kamu patuhi nasehat saya…” dan sebagainya yang sejenis dan setipe dengan pernyataan menyalahkan diatas. Dari opini-opini yang berkembang nantinya, sebenarnya, akan membuktikan tentang diri kita, apakah kita termasuk orang yang banyak berdalih, memiliki banyak alasan untuk membenarkan tindakan kita saat itu, ATAUKAH kita termasuk orang yang …”okay deh, saat ini saya salah, dan keputusan saya dulu, kurang tepat, tapi akan saya perbaiki sehingga tidak terulang kembali”.

Menerima kesalahan dan kekalahan sebagai sebuah titik loncat menuju sebuah percepatan keberhasilan di masa-masa setelah kekalahan, bagi saya pribadi BUKANLAH SUATU HAL YANG MUDAH DILAKUKAN OLEH SIAPAPUN. Butuh latian yang terus menerus untuk mengakui kesalahan dan kegagalan kita di depan public, adalah salah satu cara menjadi contoh dari orang-orang yang begitu keukeh dengan impian walaupun ada fakta-fakta yang terlibat dan terpapar diatas kertas. Pada sebagian besar orang, saat fakta telah berbicara pada ranah kenyataan hidup, maka sebagian besar dari mereka, memilih untuk membunuh impian itu.

Pertanyaan nya kemudian adalah, pada posisi mana seharusnya saya berpijak?? Tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini, karena sifatnya yang kualitatif.

Ibu dan Peran

Posted on

IBU DAN PERAN-PERAN UTAMANYA

 

Ada beberapa hal yg mengusik saya dalam beberapa hari terakhir ini. Pertama, tentang peran ganda seorang ibu, yang bekerja di ranah public sekaligus di ranah domestic. Kedua, tentang peran laki-laki sebagai seorang pekerja yang harus mampu membiayai kebutuhan rumah tangganya. Ketiga, tentang anak-anak yang berada di lingkungan ayah dan bunda yang bekerja di ranah public, sehingga pengasuhannya selama di rumah diambilalih (sementara) waktu oleh pihak lain (entah oleh baby sitter, atau oleh pembantu rumah tangga atau anggota keluarga besar ayah atau bunda semisal kakek atau nenek atau tante).

 

Ketiga hal ini begitu mengusik saya, karena ada beberapa fenomena kekinian yang ada disekitar kita. Persoalan2 sederhana tentang anak-anak ini kemudian membuat saya terpikir tentang pola pengasuhan dari ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Fenomena yang saya tangkap dari beberapa sumber, yaitu pertama, adanya sebuah penelitian yang dirilis tentang remaja Indonesia (usia 12 – 20thn) yang telah melakukan hubungan seks pra nikah sebesar 62,5%. Hubungan seks pra nikah ini dilakukan baik dengan teman sebaya (55%) dan sisanya dengan laki-laki yang usianya diatas usianya (7,5%) (Sumber Kompasiana Edisi Minggu, 10Mei). Kedua, kenakalan anak-anak sudah menjurus pada kriminalitas (Sumber Memorandum). Ketiga, anak-anak mudah sekali merasa putus asa sehingga sedemikian mudahnya untuk melakukan tindakan bunuh diri atau bahkan membunuh orang lain hanya karena berselisih paham untuk hal-hal, menurut akal sehat adalah hal yg sepele. Keempat, acara televisi menyuguhkan ragam acara untuk anak dan remaja, dengan materi setengah dewasa.

 

Persoalan-persoalan yang melilit anak-anak dan remaja kita saat ini, pada beberapa hal telah menyentuh titik nadir yg harus mendapatkan perhatian penuh dari orang tua, sekolah dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

 

Kita bahas dulu tentang peran ganda seorang ibu di ranah domestic sekaligus di ranah public. Saya tidak menyalahkan peran ganda ini, karna dengan semakin majunya dunia pendidikan di Indonesia, semakin memungkinkan perempuan untuk berada di ranah public dan memiliki peran (amat) penting di dalamnya. Yang menjadi masalah adalah perempuan juga manusia yang butuh focus yang mendalam saat mengerjakan beban-beban kewajibannya. Sejatinya, saat perempuan berada di ranah domestic, sang ayah, selaku “partner” kerja, yang “seharusnya” paling memahami kondisi perempuan, “seharusnya” berbagi peran dan melakukan kerjasama yang baik dalam hal aktifitas-aktifitas domestic, se-misal pada pengasuhan anak, pendampingan pada anak-remaja dan bentuk kegiatan lainnya. Alasannya sederhana, kalau perempuan lelah bekerja seharian di kantor, laki-laki pun pasti akan mengalami hal yang sama, tetapi jika sekembalinya perempuan dari kantor masih dibebani pekerjaan-pekerjaan domestic (sendirian saja), itu sungguh tidak adil. Dilihat dari kacamata manapun, tidak tampak sebuah hubungan yang sehat dari laki-laki dan perempuan yang kebetulan berperan sebagai suami-istri; ayah-bunda. Seperti halnya tubuh yg sedang tidak sehat, maka bagian-bagian yg tidak sehat itu pasti akan menyakitkan dan mbuat menderita. Hubungan yang tidak sehat pun, pada bagian-bagian tertentu jelas akan menyakitkan.

 

Bagaimana seandainya perempuan tidak bekerja di ranah public, beliau hanya focus pada ranah domestic? Saya pribadi sangat menyetujuinya. Tetapi, tetap saja, ayah-suami-laki-laki adalah partner kerja bunda-istri-perempuan di ranah domestic yang tidak bisa meninggalkan tugas dan kewajiban pengasuhan anak hanya berada di tangan bunda-istri-perempuan. Anak, tetap saja membutuhkan peran-peran pendampingan ayah dalam keseharian kegiatannya. Selain itu, dukungan penuh dari sang ayah untuk peran-peran domestic bunda sangat dibutuhkan, tidak hanya dari sisi mental tetapi juga dari sisi materi dan pemberian edukasi yg searah dengan peran kedomestikan perempuan harus didukung penuh oleh ayah.

 

Pola pengasuhan paternalisitik yang begitu mengakar di budaya kita, sangat tidak pro perempuan yang bekerja di ranah public. Saya tidak menggugat bahwa perempuan harus memiliki peran yang tinggi di ranah public, sama sekali tidak. Saya justru lebih senang perempuan banyak berada di ranah domestic, berperan dalam keseharian pembentukan mental dan karakter anak, tetapi, pertama, dukungan financial yg kuat harus diberikan laki-laki sebagai sebuah opportunity cost yg harus dilewati perempuan yg melewatkan kesempatan utk berada di ranah public. Kedua, komitmen laki-laki utk berbagi peran dengan perempuan saat berada di rumah dalam hal pengasuhan anak. Bayangkan saja, setelah seharian berkutat dengan urusan tetek bengek rumah tangga dan anak, masa iya sih, laki-laki tidak ingin melewatkan masa sepulang bekerja-nya dengan bermain-main dengan anak, melakukan pendampingan pada anak, berkomunikasi dengan anak?? Ketiga, focus utama dalam peran-peran yang akan dipilih oleh perempuan, adalah anak sebagai hal yg utama, dan laki-laki sbg imam keluarga harus tetap memberikan arahan yg terbaik utk “makmumnya”, untuk itu dibutuhkan komunikasi dan pola hubungan yg sehat utk mewujudkannya.

 

resensi buku: 99 Cahaya di langit Eropa

Posted on

99 Cahaya di Langit Eropa

Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra

 

Sulit mengatakan bahwa buku setebal 392 halaman (diluar lampiran2 dan halaman photo) ini sebuah novel, meskipun di sampul buku cetakan Kompas Gramedia ini tertulis Nasional Best Seller, Novel Islami. Kenapa sulit mengatakan ini sebuah novel? Karena seluruh catatan perjalanan dua orang penulis selama berada di benua eropa selama tiga tahun, merupakan tulisan yang sangat sarat sejarah bagaimana Islam sangat berjaya di Eropa di masa abad pertengahan, padahal masa itu, di eropa dikenal dengan masa kegelapan. Informasi yang detil tentang bagaimana peradaban islam di masa lalu, menjadi topik penting dari buku ini.

Ketertarikan para “turis” untuk mendatangi benua eropa, biasanya karena Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion sepak bola San Siro, Colosseum Roma atau malah gondola romantis  di sepanjang Venezia. Ditangan Hanum dan Rangga, Benua Eropa adalah sebuah jejak sejarah peradaban Islam yang sangat terkenal, yang tidak mendikotomikan agama di bawah ilmu pengetahuan. Agama dan Ilmu pengetahuan adalah kawan seiring seperjalanan dengan Al-Qur’an sebagai referensi utamanya. Di dalam Museum Louvre Paris Perancis, terdapat sebuah bangunan Section Islamic Art Gallery, yang menandakan bahwa pemerintah Perancis begitu menghargai karya-karya seni dari para tokoh Islam masa lalu. Dengan mudahnya kita memahami, siapa itu Picasso, Rodin ataupun Van Gogh (hal 150); tapi kenalkah kita dengan Pyxis Al-Mughira peninggalan Madinat Al Zahra, Stucco panel kaligrafi dari jaman Ibn Tulun? Pahamkah kita umat Islam bahwa terdapat Celestial Sphere by Yunus Ibn Al Husayn Al Asturlabi (1145) berupa peta antariksa ilmu falak yang dikembangkan ilmuwan Islam pada abad ke 12?

Peradaban Islam yang begitu maju di masa lalu di Eropa, diawali dengan kecintaan yang luarbiasa pada ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu pahit pada awalnya, tetapi manis melebihi madu pada akhirnya. Dari quote ini, kita bisa melihat, bagaimana peradaban Islam saat ini. Kecintaan pada ilmu pengetahuan tidak lagi membuncah. Minimalisasi cinta ilmu pengetahuan ini bisa jadi karena kurangnya Iqra’, membaca. Dari sinilah kita mengetahui bahwa, esensi sejarah bukanlah hanya siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu: siapa yang lebih cepat belajar dari kemenangan dan kekalahan”. Karena barang siapa melupakan sejarah, dia pasti akan mengulanginya (hal 4). Lihatlah bagaimana ilmuwan Islam menemukan teknologi lensa sehingga tercipta kamera yang kita gunakan saat ini? Bukankah dasar-dasar Algoritma, Aljabar, Trigonometri juga diperkenalkan oleh ilmuwan Islam? Tanpa cabang ilmu-ilmu hitung tersebut, Neil Amstrong tidak akan pernah menjejakkan kakinya ke bulan (hal 152)

Averroes (Ibnu Rushd) dikenal sebagai bapak renaissance Eropa mengatakan bahwa kewajiban manusia hidup di dunia adalah untuk berfikir. Misteri peradaban Islam yang pernah mencoba mencapai seluruh sudut Eropa. Inilah bagian yang menjadi daya tarik novel ini, dan membuat rasa ingin tahu lebih banyak lagi untuk menyingkap misteri tersebut. Bagaimana akhir hidup Napoleon Bonaparte? Apakah sebagai seorang muslim kah? Bagaimana Mozart banyak menulis lagu bertema Alla Turca yang terinspirasi kedisiplinan militer Janissari Turki jaman dulu? Bagaimana dengan bunga Tulip? Dan banyak misteri lainnya yang tersaji dengan bahasa yang mudah dicerna, dan mendorong kita untuk segera tahu, bagaimana kelanjutan kisah di negara2 lainnya.

Menyelesaikan membaca buku ini hingga lembar terakhir, menguatkan kita sebagai seorang muslim. Bahwa (1) di belahan bumi manapun, menegakkan aqidah keislaman kita, berarti kita bersiap untuk menjadi “agen muslim sejati” yaitu sebagai muslim yang membawa rahmat bagi sekelilingnya, rahmatan lil alamin; (2) kebangkitan peradaban Islam adalah saat umat Islam kembali pada Al-Qur’an yang tidak sekedar dibaca, tetapi juga di pelajari dan diteliti detil artinya sesuai dengan bidang keilmuan kita. Menumbuhkan (kembali) kecintaan umat Islam pada Al-Qur’an, akan menjadi dasar kembali bersinarnya peradaban Islam seperti beberapa ribu tahun silam.

Rezeki yang Diantar

Posted on

REZEKI YANG DIANTAR

Oleh Evi Sufiani

Apa yang anda pikirkan, saat anda memimpikan suatu barang untuk anda miliki atau suatu tempat untuk anda datangi, tiba-tiba ada orang yang memberikan barang itu atau memberikan anda tiket untuk ke tempat tersebut? Tunai dan gratis.

Wow, subhanallah, alhamdulillah, mungkinkah? Mungkin begitu pikir sebagian orang. Saya bilang, amat sangat mungkin. Itulah yang disebut dengan rezeki yang diantar. Pertanyaan berikutnya, bagaimana caranya? J karena hal ini menggelitik semua orang untuk mencobanya kan? J

Saya akan memberikan sebuah ilustrasi. Anda bekerja di sebuah perusahaan, diberi beban pekerjaan sebesar 75%  dari kemampuan Anda.

(1)    Pada saat anda mengerjakan kurang dari 75%, yang anda dapatkan adalah “kemarahan” pimpinan Anda, karena menganggap anda main-main dengan pekerjaan tersebut. Anda bisa saja berdalih, SAYA TIDAK MENYUKAI PEKERJAAN INI, LALU BAGAIMANA SAYA BISA MEMBERIKAN KEMAMPUAN MAKSIMAL SAYA? Apakah ini salah? Tidak, menjadi hak anda untuk berpendapat dengan menggunakan dalih tersebut.

(2)    Anda mengerjakan sesuai perintah. 75%. Tidak lebih dan juga tidak kurang. Pas. Pimpinan anda bisa jadi akan memuji anda, dengan mengatakan, anda sudah mengerahkan seluruh kemampuan saudara untuk melakukannya. Selamat. Apakah akan ada bonus? Belum tentu, karena PAS, berarti, masih berada di dalam range gaji dari beban pekerjaan yang dibebankan perusahaan sebagai kewajiban anda. Intinya, gaji pokok saja. Apakah hal ini membuat anda puas? Bisa saja. Tidak ada yang melarang agar anda puas dengan capaian anda sendiri bukan?

(3)    Anda mengerjakan 150%. Loh kok bisa? Bagaimana caranya? Bukankah pekerjaan tersebut sudah ada rambu-rambu dan batasan-batasannya? Yupz, tapi, pekerjaan tersebut anda kerjakan tiga (3) jam lebih cepat dari jadwal dengan hasil akhir yang terbaik. Dengan demikian, anda bisa menuntaskan pekerjaan yang berbeda dengan hasil terbaik pula. Apakah pimpinan anda akan memuji anda? Pasti dan yang jauh lebih pasti, anda akan berada dalam “pengawasan” pimpinan untuk mendapatkan beban tanggung jawab yang lebih tinggi, artinya, adalah peningkatan jabatan, sekaligus peningkatan penghasilan. Kalau seandainya, ini seandainya loh ya, J, anda “merasa” pimpinan Anda seolah-olah tidak perduli dengan capaian anda, apa yang akan anda lakukan? Sebaiknya ini akan kita bahas di judul yang berbeda ya, hehehe

Dari ketiga ilustrasi diatas, menurut pengalaman saya, rezeki yang diantar itu, berada di ilustrasi ketiga. Lah, susah dong, enggak juga. Banyak orang yang sudah membuktikan bagaimana rezeki mereka di antar day by day oleh Allah SWT, dengan menggunakan ilustrasi ketiga diatas.

Caranya bagaimana ya? J

Coba periksa sholat 5 waktu anda. Periksa juga dompet dan tabungan anda. Hubungannya apa dengan rezeki yang diantar?

(a)    Anda sholat 5waktu, iya, tapi selalu di akhir waktu, tidak disiplin. Bener memang anda sedekah, tapi menggunakan pecahan terkecil yang ada di didompet anda. Bagaimana kalau sekarang, anda ubah total. SHOLAT 5 WAKTU, DIAWAL WAKTU, denger Adzan, tinggalkan pekerjaan anda, menuju mesjid terdekat, bagi laki-laki, berjamaah. Bagi yang perempuan, monggo juga kalo mau ke mesjid, tapi harus tetap tutup aurat ya, karena tidak ada keharusan bagi anda yang perempuan untuk “berkumpul” di mesjid. Sholat di awal waktu itu menenangkan hati dan pikiran, apalagi ditambah solat sunnah qobliyah dan ba’diyah (sesuai dengan perintah Allah ya, tidak menambah-nambahi). Lebih mantap lagi ditambah sholat dhuha, amat sangat mantap kalau bisa istiqomah. Lebih mantap lagi, tambah lagi dengan tahajud, istiqomahkan. Mantap tuh (keutamaan dhuha dan tahajud, kita bahas terpisah yaaaa J)

(b)   Anda sedekah tidak lagi menggunakan recehan terkecil, sedekahin 10% dari total yang anda punya di dompet dah, subhanallah  bnget. Apalagi 10% dari seluruh saldo tabungan. Allah sudah berjanji, akan mengganti 100x lipat, bahkan berjanji akan mengganti 700x lipat (cek surah Albaqarah ya)

Kedua hal diatas, kalau anda kerjakan secara istiqomah, insyaAllah rezeki anda diantar day by day. Saya akan berikan contoh, seorang kawan menginginkan  hape blackberry rilis terbaru. Sejak dia “melontarkan” doa tersebut, “hanya” butuh dua hari saja untuk menjadikannya terjadi. Gratis dan tunai. Z10 yang dipasaran seharga Rp 7,3 juta; dia dapatkan secara tunai dan gratis. Alhamdulillah

Kita coba yuk

Tokoh Perempuan yang telah kita Kenal

Posted on

Dra.Siti Noordjannah Djohantini, MM

 

Tokoh Perempuan Yang Tak Asing Lagi

 

Dra.Siti Noordjannah Djohantini, MM. Nama itu tidak asing lagi bagi kalangan aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah, karena ia seorang aktivis di Persyarikatan Muhammadiyah. Sering memberikan kontribusi pemikiran di berbagai even,  baik tingkat lokal  maupun nasional. Mulai dari training, seminar, panel forum maupun loka karya.  Mantan salah seorang ketua PP IPM ini akrab dipanggil Mbak Nunung. Wanita yang satu ini adalah sosok perempuan yang  enerjik, ulet dan piawai, pergaulannya sangat luas, tidak hanya terbatas dilingkungan kaumnya saja, tetapi bergaul di hampir semua level masyarakat,  bahkan ia akrab dengan kehidupan rakyat bawah dan buruh kecil. Sebagai salah seorang pendiri “Yasanti” (Yayasan Annisa Swasti), yaitu sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) perempuan pertama di Indonesia.

“Yasanti” yang ia kelola sejak tahun l982 itu, hingga sekarang masih eksis dan berkembang. LSM ini bergerak dalam bidang pemberdayaan kaum perempuan khususunya memberikan layanan  pendidikan dan latihan bagi buruh kaum wanita.

Ia dilahirkan di Kota Gudeg Yogyakarta, pada l5 Agustus l958, pasangan dari Ardani Zaenal dengan Siti Juariyah. Noordjannah memiliki aktivitas seabrek, sejak usia remaja telah disibukkan dengan sekolah rangkap. Pagi belajar di Mu’allimat, siangnya di SMP Muhammadiyah Godean, setamat SMP masih merangkap lagi di SMA Muhammadiyah II Yogyakarta. Tak cuma itu, sosok yang lembut ini ketika masih  kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional (UPN Veteran), telah malang melintang  sebagai aktivis di “ Muhammadiyah Student Association “. Ia pernah menduduki jabatan ketua Pimpinan Pusat  Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) bidang Ipmawati periode l983-1986.  Bersama pengurus lain, ia berhasil menerbitkan buku pedoman  seragam khusus bagi pelajar putri Muhammadiyah yang berlaku untuk seluruh Indonesia.

Setelah menyelesaikan sarjananya, ia terpilih sebagai ketua Pimpinan Pusat Nasyia’atul Aisyiyah (PP NA) periode l990-l995, hasil Muktamar  NA di Yogyakarta.

Patut menjadi contoh bagi sosok kaum perempuan masa kini. Karena  ia terpilih sebagai anggota Panwaslu Pusat, dan merupakan satu-satunya kaum wanita  diantara 9 orang anggota yang dipilih oleh KPU. Ia bergaul dengan elit politik serta  pejabat pemerintah, namun sifat kesahajaannya masih melekat. Bahkan performance-nya tidak berubah, meskipun telah menduduki jabatan bergengsi  dan  berkantor di Gedung ASPAC, Lt VI Jl. Rasuna Said Kav l0 Jakarta 12950.

Ketika ditemui Wartawan SM di rumahnya yang sederhana  di Jl. Pandu No. l5 Ketanggungan, Yogyakarta. Ia sedang bersiap-siap berangkat ke Jakarta melaksanakan tugas sebagai anggota Panwaslu pusat, dan harus wira-wiri Jogja – Jakarta.

Ketika ditanya SM tentang  rahasia kesuksesannya, ia menjawab:   Setiap amanah  harus dijalani dengan tekun, sabar dan ikhlas serta diniati berjuang di jalan Allah. Bila semua itu kita lakukan niscaya akan berhasil, kata staf pengajar di Fakultas Ekonomi UMY ini.

Siti Noordjannah Djohantini yang menikah dengan pria asal Ciparay ( Drs. H. Haedar Nashir, M.Si ), putra almarhum Kyai (Ajengan) Bahruddin,  sekarang menjabat sebagai  Sekjen PP Muhammadiyah. Mereka telah dikaruniai dua orang anak yakni : Hilma Nadhifa Mujahidah kelas 3 SLTP Negeri 5, dan Nuha Aulia Rahman, kelas 1 SLTP Negeri 5 (favorit) Yogyakarta. Meskipun Noordjannah aktif dimana-mana, ternyata prestasi pendidikan putra-putrinya justru menanjak, karena ia bisa membagi waktu dengan seksama untuk keluarga, organisasi dan  karier.

Ia juga dekat dengan kerabat Amien Rais ( Ketua MPR RI) yang notabene sebagai ketua umum DPP PAN. Tetapi sebagai anggota Panwaslu Pusat ia memilih menjaga jarak,  bersikap netral,  adil dan obyektif, kata mahasiswa Program Pasca Sarjana UGM yang sedang menyelesaikan thesisnya ini.

Menghadapi Pemilu 2004 nanti, ia tidak memiliki pesan khusus, namun ia  mengharap agar kuota 30 persen kaum perempuan di panggung politik harus didukung penuh oleh semua pihak. Karena hal itu merupakan proses pendidikan politik bangsa, agar hak-haknya sebagai kaum perempuan diakui, serta tersalurkan lewat wakil-wakilnya yang bertanggungjawab, kata Noordjannah yang pernah mengikuti pelatihan fasilitator buruh wanita di Penang, Malaysia.

Wanita  yang ramah terhadap siapapun ini juga berharap kepada Angkatan Muda Muhammadiyah ( AMM ) agar terus berjuang dengan tekun dan sabar, dan senantiasa melakukan kreativitas dan pembaharuan di segala bidang sesuai dengan profesionalismenya masing-masing. Syaratnya dengan melakukan tiga tertib, yakni : tertib beribadah, tertib belajar dan tertib beraktivitas, karena masa depan bangsa ini milik kita, kata ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP ) Pimpinan Pusat Aisyiyah periode 2000-2005).

Ketika ditanya SM, apa harapan anda selaku anggota Panwaslu Pusat dalam pelaksanaan pemilu 2004 yang akan datang. Ia menjawab : “Karena ini merupakan  sejarah baru  bagi bangsa Indonesia” yang akan melaksanakan Pemilu dan sekaligus pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, maka harus kita dukung bersama. Agar jalannya pemilu nanti bisa berlangsung tertib, aman dan demokratis. Semua parpol yang ikut pemilu harus menta’ati aturan main yang berlaku, dan tidak diskriminatif serta “nir kekerasan” kata mantan Dekan Fakultas Ekonomi UMY ini, yang pernah menjadi  peserta Program Home-Visiting di Jepang beberapa waktu lalu. Ton Martono.

 

Sumber:

Suara Muhammadiyah

Edisi 2  2004